ORBIT-NEWS.COM, YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta terus mematangkan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 melalui simulasi kedua embarkasi dan debarkasi jemaah di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Kegiatan yang digelar di Hotel Ibis Kulon Progo, Kamis (5/2/2026), menjadi langkah penting memastikan seluruh layanan haji berjalan terintegrasi dan berorientasi pada kenyamanan jemaah, dengan konsep embarkasi haji berbasis hotel 2026.
Simulasi ini diinisiasi Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY dengan dukungan lintas instansi, termasuk Kanwil Kementerian Agama DIY serta berbagai pemangku kepentingan. Fokus utama kegiatan adalah pemantangan konsep embarkasi haji berbasis hotel yang akan diterapkan secara penuh pada musim haji tahun depan.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, yang membacakan sambutan Gubernur DIY menegaskan bahwa embarkasi haji di YIA memiliki makna strategis sebagai wajah pelayanan negara kepada umat. Menurutnya, layanan haji tidak sekadar menyangkut aspek teknis, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
“Embarkasi haji bukan hanya urusan administrasi, tetapi cerminan kehadiran negara dalam melayani umat. Setiap jemaah harus merasa aman, tenang, dan dilayani dengan penuh penghormatan,” ujar Ni Made.
Ia menjelaskan, simulasi tahap pertama yang digelar pada Desember 2025 menunjukkan tingkat kesiapan operasional mendekati 80 persen. Meski demikian, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan, terutama pada efisiensi alur layanan, koordinasi lintas petugas, serta penguatan fasilitas ramah lansia dan kelompok rentan.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
Simulasi kedua ini menjadi tahapan pematangan sistem agar seluruh proses, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengelolaan dokumen, keimigrasian, hingga boarding, dapat berjalan dalam satu skema pelayanan yang terpadu dan presisi.
Percontohan Nasional
Dari sisi pemerintah pusat, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Abdul Haris, mengapresiasi langkah DIY yang dinilainya inovatif dan berpotensi menjadi percontohan nasional. Ia menyebut konsep embarkasi haji berbasis hotel sebagai terobosan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan jemaah.
“Model pelayanan ini diharapkan mampu memberikan kepastian layanan yang lebih mudah, tertib, dan nyaman bagi jemaah, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” kata Abdul Haris.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag DIY atas dukungan dan sinergi yang ditunjukkan dalam persiapan penyelenggaraan haji. Dukungan tersebut dinilai berkontribusi besar terhadap kesiapan sistem dan sumber daya di lapangan.
Baca juga: Di Tengah Ancaman Iklim, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung penyelenggaraan haji di wilayah DIY. Ia menilai haji sebagai agenda besar yang membutuhkan kolaborasi semua pihak agar pelaksanaannya berjalan lancar dan bermartabat.
Simulasi ini melibatkan unsur pemerintah daerah, otoritas bandara, TNI/Polri, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), tenaga kesehatan, serta relawan. Seluruh pihak diharapkan mampu bekerja dalam satu orkestrasi pelayanan agar embarkasi haji di YIA berlangsung profesional, cepat, tertib, dan humanis.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.