ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Momentum Hari Kartini tahun ini dimanfaatkan Ketua DPR RI, Puan Maharani untuk menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa. Ia menilai, peran perempuan kini telah melampaui sekadar pembuktian kemampuan, dan beralih pada bagaimana sistem mampu memberi ruang yang adil dan setara.
Dalam pernyataan tertulisnya, Puan menekankan bahwa perempuan Indonesia saat ini tidak lagi berada pada tahap membuktikan kapasitas.
“Perempuan Indonesia sudah tidak perlu membuktikan bahwa mereka mampu. Pertanyaan hari ini bukan lagi ‘apakah’, melainkan ‘seberapa jauh’ dan ‘dengan sistem seperti apa’,” tuturnya.
Puan juga mengajak publik menjadikan peringatan Hari Kartini sebagai refleksi atas perjuangan tokoh-tokoh perempuan yang telah membuka jalan bagi kesetaraan. Ia menilai, sejak masa lalu perempuan sudah mengambil peran penting dalam upaya memajukan bangsa dan tidak bisa dipisahkan dari perjalanan sejarah Indonesia.
Subjek Aktif Pembangunan
Baca juga:
Peran KUA Kini Makin Luas: Bukan Sekadar Urus Nikah, Ini 8 Fungsi Penting yang Perlu Diketahui
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perempuan harus ditempatkan sebagai subjek aktif dalam pembangunan, bukan sekadar pelengkap. Keterlibatan perempuan, kata dia, bukan hanya kebijakan afirmatif, tetapi merupakan bentuk penghargaan terhadap martabat manusia sekaligus strategi memperkuat daya saing bangsa.
Menurut Puan, pengalaman hidup perempuan yang berbeda dari laki-laki menjadi kekuatan tersendiri dalam proses pembangunan. Perspektif tersebut, jika diakomodasi dengan baik, dapat memperkaya kebijakan publik dan menghasilkan keputusan yang lebih inklusif.
Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran perempuan dalam ruang-ruang pengambilan keputusan. Tidak hanya sebagai peserta, perempuan dinilai perlu berperan aktif dalam merancang sistem dan mekanisme pengambilan keputusan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas.
Mengacu pada semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, Puan menyebut perubahan tidak harus menunggu sistem yang sempurna. Ia menilai, langkah kecil yang konsisten justru mampu mendorong perubahan besar, sebagaimana yang telah dicontohkan Kartini di masa lalu.
Di akhir pernyataannya, Puan mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai jika perempuan dan laki-laki berjalan beriringan.
Baca juga:
Waspada “El Nino Godzilla”, DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi dan Edukasi Bencana Sejak Dini
“Karena bangsa yang ingin terbang tinggi membutuhkan kedua sayapnya yaitu perempuan dan laki-laki untuk dapat bekerja penuh,” tegasnya.
Puan pun mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus mengambil peran aktif dalam berbagai bidang serta memastikan tidak ada pihak yang tertinggal dalam proses pembangunan. Ia optimistis, dengan kepemimpinan perempuan yang berbasis pengetahuan dan kepekaan sosial, Indonesia dapat melangkah menuju masa depan yang lebih maju dan inklusif.