ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Kesemutan yang muncul saat atau setelah berolahraga kerap dianggap hal sepele, terutama bagi orang yang jarang beraktivitas fisik. Sensasi geli, perih, atau seperti ditusuk jarum ini memang sering hilang dengan sendirinya. Namun, di balik keluhan yang tampak ringan tersebut, kesemutan juga bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada saraf hingga penyakit tertentu yang perlu diwaspadai.
Dalam dunia medis, kesemutan dikenal dengan istilah parestesia. Kondisi ini umumnya terjadi akibat tekanan berlebihan pada saraf sehingga aliran darah ke area tertentu menjadi terganggu. Saat berolahraga, keluhan ini paling sering dirasakan pada lengan, tangan, kaki, atau telapak kaki, dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat digerakkan.
Kesemutan biasanya muncul ketika otot berkontraksi terlalu kuat atau tubuh berada dalam posisi yang menekan saraf terlalu lama. Hal ini sering dialami oleh pemula olahraga atau mereka yang langsung melakukan aktivitas berat tanpa pemanasan yang cukup. Pada kondisi normal, kesemutan bersifat sementara dan akan mereda setelah posisi tubuh diubah atau otot mulai rileks.
Namun, kesemutan tidak selalu bisa diabaikan. Jika keluhan muncul berulang, tidak kunjung membaik selama beberapa hari, atau disertai mati rasa hingga kelemahan pada anggota tubuh, kondisi ini patut dicurigai sebagai tanda masalah yang lebih serius.
Sejumlah gangguan medis dapat memicu kesemutan berkepanjangan setelah olahraga, di antaranya cedera akibat aktivitas fisik yang menimbulkan trauma saraf, radikulopati akibat penekanan pada akar saraf, skiatika atau saraf terjepit, hingga sindrom kompartemen yang menyebabkan tekanan berlebih pada otot dan jaringan sekitarnya. Pada kasus tertentu, kesemutan juga bisa menjadi gejala penyakit kronis seperti neuropati, diabetes, gangguan autoimun, gagal ginjal, hipotiroidisme, hingga kekurangan vitamin B12.
Baca juga:
Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat
Untuk mencegah kesemutan saat berolahraga, pemanasan menjadi langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Peregangan membantu melancarkan aliran darah dan mempersiapkan otot serta saraf agar siap beraktivitas. Selain itu, olahraga sebaiknya dimulai dari intensitas ringan dan ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Menghindari gerakan berulang secara berlebihan juga sangat dianjurkan. Memberi jeda istirahat di sela-sela latihan dapat membantu otot kembali rileks dan mencegah tekanan berlebih pada saraf. Yang tak kalah penting, dengarkan sinyal tubuh dan hindari memaksakan diri saat merasa nyeri atau tidak nyaman.
Meski sering dianggap wajar, kesemutan saat olahraga sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. Apabila keluhan berlangsung lama, semakin parah, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan serius yang mendasarinya. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, olahraga tetap bisa dilakukan dengan aman, nyaman, dan memberi manfaat optimal bagi kesehatan tubuh.