ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Harga emas batangan di pasar domestik kembali mencatatkan kenaikan signifikan pada awal tahun. Hari ini Senin, (5/1/2026), harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menembus level Rp 2.515.000 per gram, menguat sekitar Rp 27.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Kenaikan harga juga terjadi pada pecahan lainnya. Emas Antam ukuran 0,5 gram diperdagangkan di kisaran Rp 1,3 juta, sementara emas 10 gram dibanderol mendekati Rp 25 juta. Untuk ukuran besar, emas 100 gram tercatat berada di kisaran Rp 245 juta hingga Rp 248 juta.
Tak hanya Antam, harga emas di pegadaian turut bertahan tinggi. Produk emas Galeri24 dijual sekitar Rp 2,52 juta per gram, sedangkan emas UBS berada di kisaran Rp 2,55 juta per gram, tergantung lokasi dan kebijakan penjualan.
Sejalan dengan pasar domestik, harga emas global juga menunjukkan tren positif. Pada perdagangan internasional, harga emas berada di kisaran USD 4.400 per troy ounce, menguat seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman atau safe haven.
Sentimen Global Jadi Pendorong
Baca juga: Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya
Analis menilai penguatan harga emas dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari dinamika geopolitik hingga fluktuasi pasar keuangan internasional. Kondisi tersebut mendorong investor mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman, salah satunya emas.
Selain faktor geopolitik, tren penguatan emas juga didukung oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan ekonomi global serta proyeksi inflasi yang masih menjadi perhatian di berbagai negara. Awal tahun kerap menjadi momentum akumulasi emas, baik oleh investor institusi maupun masyarakat.
Meski harga sudah berada di level tinggi, emas dinilai tetap menarik sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang. Namun, masyarakat diimbau tetap memperhatikan selisih harga beli dan harga jual kembali atau spread sebelum melakukan transaksi.
Dengan tren penguatan yang masih berlanjut, pergerakan harga emas dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan akan tetap fluktuatif, mengikuti perkembangan ekonomi dan situasi global.
Baca juga: Stasiun Purwokerto Jadi Panggung Budaya, Barongsai Meriahkan Libur Imlek
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.