Banner Utama

Filler Hidung Kian Populer, Ini Prosedur, Manfaat, hingga Risikonya yang Perlu Diketahui

Kecantikan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Apr 23, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Permintaan terhadap prosedur estetika tanpa operasi terus meningkat, salah satunya adalah filler hidung atau yang dikenal dalam dunia medis sebagai nonsurgical rhinoplasty. Metode ini menjadi pilihan bagi banyak orang yang ingin memperbaiki bentuk hidung tanpa harus menjalani pembedahan.

Filler hidung dinilai sebagai solusi praktis untuk perubahan bentuk hidung yang tidak terlalu signifikan. Prosedur ini umumnya digunakan untuk meratakan batang hidung yang tidak simetris, memberikan efek lebih mancung, hingga mengangkat ujung hidung. Bahan yang digunakan biasanya berupa gel asam hialuronat yang disuntikkan ke area tertentu untuk membentuk kontur hidung baru. Hasilnya bersifat sementara, dengan daya tahan mulai dari beberapa bulan hingga beberapa tahun, tergantung jenis filler yang digunakan.

Dari sisi prosedur, tindakan ini tergolong cepat dan minim invasif. Pasien terlebih dahulu menjalani konsultasi dengan dokter guna menentukan bentuk hidung yang diinginkan. Setelah itu, area hidung akan diberikan anestesi topikal sebelum filler disuntikkan ke bawah kulit. Seluruh proses biasanya berlangsung sekitar 15 hingga 45 menit.

Hasil akhir tidak langsung terlihat secara maksimal. Umumnya, bentuk hidung yang baru akan tampak sempurna dalam waktu satu hingga dua minggu setelah tindakan. Keunggulan lainnya, pasien dapat kembali beraktivitas normal pada hari yang sama atau keesokan harinya.

Meski tergolong praktis, filler hidung tetap memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Efek samping ringan seperti kemerahan, nyeri, dan memar di area suntikan kerap terjadi dalam beberapa hari pertama. Namun, ada pula risiko yang lebih serius, seperti perpindahan bahan filler, reaksi alergi, hingga penyumbatan pembuluh darah yang dapat berujung pada kerusakan jaringan. Dalam kasus yang jarang, komplikasi berat seperti gangguan penglihatan bahkan kebutaan juga dapat terjadi.

Baca juga: Waspada Krim Pemutih Bermerkuri, Ini Risiko dan Tanda Produk Berbahaya

Sebelum menjalani prosedur ini, terdapat sejumlah persiapan yang disarankan. Pasien dianjurkan untuk menghindari obat-obatan tertentu seperti aspirin, antiinflamasi, dan pengencer darah selama sekitar satu minggu sebelum tindakan guna mengurangi risiko memar. Selain itu, menjaga asupan nutrisi, memperbanyak konsumsi air putih, serta menghindari makan berlebihan sebelum prosedur juga menjadi bagian dari langkah pencegahan efek samping.

Penting untuk dipahami bahwa filler hidung bukan solusi permanen. Bagi mereka yang menginginkan perubahan bentuk hidung secara signifikan dan jangka panjang, prosedur bedah plastik masih menjadi pilihan utama. Oleh karena itu, konsultasi mendalam dengan tenaga medis profesional sangat dianjurkan agar hasil yang diperoleh sesuai harapan dan tetap aman.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: