Banner Utama

DPR Siapkan Pengawasan Lebih Ketat APBN 2026, Defisit 2025 Jadi Alarm Fiskal

Politik
By Ariyani  —  On Jan 13, 2026
Caption Foto : Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto ; Dok. DPR RI).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersiap memperketat pengawasan pengelolaan keuangan negara pada 2026. Langkah ini menyusul proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), angka yang dinilai perlu dicermati secara serius.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan, defisit tersebut akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi DPR untuk memastikan arah kebijakan fiskal tetap berada dalam batas yang aman dan berkelanjutan. Evaluasi ini sekaligus menjadi pijakan penting dalam mengawal pelaksanaan APBN 2026 agar lebih disiplin, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan tekanan fiskal di masa mendatang.

“Defisit APBN 2025 yang diproyeksikan sebesar 2,92 persen harus kita kaji secara komprehensif. Dari sana, DPR akan memperkuat fungsi pengawasan agar pelaksanaan APBN 2026 lebih tertib dan akuntabel,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Puan menegaskan, pengawasan DPR tidak semata-mata tertuju pada realisasi pendapatan dan belanja negara tahun berjalan, tetapi juga pada kualitas kebijakan anggaran di tahun berikutnya. DPR akan memastikan setiap rupiah belanja negara diarahkan pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus menjaga defisit tetap terkendali.

Menurut Puan, dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil menuntut kebijakan fiskal nasional yang lebih hati-hati dan adaptif. Dalam kondisi tersebut, APBN harus mampu berfungsi sebagai penyangga ekonomi tanpa mengorbankan kesehatan fiskal jangka panjang.

Baca juga: Jelang Ramadan, DPR Soroti Kesiapan Stok Pangan dan Peran Bulog Kendalikan Harga

Untuk itu, DPR melalui Badan Anggaran dan komisi-komisi terkait akan meningkatkan intensitas pengawasan terhadap pelaksanaan APBN 2026. Fokus pengawasan diarahkan pada efektivitas program, ketepatan sasaran belanja, serta pengelolaan defisit yang terukur dan transparan.

“APBN harus menjadi alat perlindungan bagi masyarakat sekaligus instrumen menjaga stabilitas fiskal negara. Jangan sampai risiko yang muncul di satu tahun terulang pada tahun berikutnya,” tegas Puan.

Ia memastikan, DPR akan menjalankan fungsi pengawasan secara konsisten dan terbuka, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan anggaran yang tidak hanya akuntabel, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan ekonomi nasional.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: