Banner Utama

Banjir Bandang Lereng Slamet Terjang Purbalingga, Satu Warga Meninggal, Ratusan Warga Mengungsi

Banyumas Raya Daerah
By Hermiana  —  On Jan 24, 2026
Caption Foto : Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Purbalingga, Sabtu(24/1/2026), menyebabkan satu warga meninggal dan ratusan warga lainnya harus mengungsi. (Foto : Dok. Prokompim Purbalingga).

ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA - Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet memicu banjir bandang dan angin ribut di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Bencana yang terjadi sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 23–24 Januari 2026, mengakibatkan kerusakan serius di sejumlah desa, merenggut satu korban jiwa, serta memaksa ratusan warga mengungsi.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Mrebet dan Karangreja, Sabtu (24/1/2026). Didampingi unsur Forkopimda, BPBD, TNI, Polri, dan perangkat daerah, ia memastikan penanganan darurat berjalan cepat di tengah keterbatasan sarana.

“Banjir bandang ini membawa banyak material, mulai dari batu, kayu, pohon, hingga lumpur yang berasal dari kawasan hutan dan pegunungan,” kata Bupati Fahmi saat meninjau lokasi terdampak.

Berdasarkan data BPBD Purbalingga, Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, menjadi salah satu wilayah terparah. Sebanyak 78 rumah terdampak luapan banjir, tujuh rumah hanyut, dan tiga rumah mengalami kerusakan berat. Selain itu, puluhan hewan ternak mati terbawa arus, dua jembatan terputus, serta tujuh sepeda motor dan dua mobil dilaporkan hilang.

Sementara itu, di Kecamatan Karangreja, Desa Kutabawa Dusun Bambangan, tercatat 29 rumah rusak ringan. Banjir dan longsor juga menyebabkan sekitar 60 hektare lahan pertanian gagal panen, 1.000 sak pupuk dan sejumlah alat pertanian hilang, serta akses jalan kabupaten tertutup material longsor sepanjang 12 meter. Jembatan penghubung Kutabawa–Clekatakan dilaporkan ambruk.

Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan

Caption : Caption Foto : Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif turun langsung melihat lokasi terdampak di Kecamatan Mrebet dan Karangreja, Sabtu (24/1/2026). (Foto : Dok. Prokompim Purbalingga).

Satu Warga Meninggal

Kerusakan paling parah terjadi di Desa Serang. Di Dusun Kaliurip, 36 rumah rusak berat akibat tertimbun lumpur, batu, dan kayu, enam rumah lainnya rata dengan tanah, dan sekitar 500 jiwa harus mengungsi. Di Dusun Gunung Malang, 12 rumah mengalami kerusakan berat, enam rumah terancam longsor susulan, dua ruas jalan kabupaten terputus, dan dua jembatan rusak.

“Dalam peristiwa ini, satu warga meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat. Saat ini korban luka sudah mendapatkan penanganan medis,” ujar Fahmi.

Ia mengapresiasi sinergi antara BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat yang bahu-membahu melakukan evakuasi, pembersihan material, serta membuka sumbatan aliran sungai. Namun, banyaknya titik bencana membuat proses penanganan harus dilakukan secara bertahap.

Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara

“Jumlah alat berat terbatas, sehingga penggunaannya harus bergantian. Kami prioritaskan lokasi yang paling mendesak dan berdampak luas,” jelasnya.

Pemkab Purbalingga memastikan penanganan bencana akan terus berlanjut dengan penyaluran bantuan sembako, air bersih, pendirian dapur umum, serta penyediaan tempat pengungsian yang layak. Pemkab juga mengharapkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar proses penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan optimal.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: