Banner Utama

Pemprov Jateng Perkuat Mitigasi Erupsi Gunung Slamet, Status Waspada dan Radius Bahaya Diperluas

Daerah
By Hermiana E. Effendi  —  On Apr 24, 2026
Caption Foto : Pemprov Jateng menggelar sosialisasi mitigasi bencana geologi di Banyumas. (Foto : Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO -  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkatkan langkah antisipasi menghadapi potensi erupsi Gunung Slamet dengan menggelar sosialisasi mitigasi bencana geologi di Banyumas, Kamis (23/4/2026). Fokus utama dalam kegiatan ini adalah memastikan keselamatan warga di kawasan rawan bencana tetap menjadi prioritas.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan,  kesiapsiagaan tidak cukup hanya berbasis data, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.

“Mitigasi itu bukan sekadar dokumen. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bertindak cepat dan tepat untuk menyelamatkan masyarakat saat terjadi erupsi,” jelasnya.

Lebih lanjut Bergas memaparkan, Pemprov Jateng telah memiliki rencana kontinjensi Gunung Slamet sejak 2021 yang terus diperbarui sesuai perkembangan terbaru. Penyesuaian tersebut mencakup jumlah penduduk, potensi jalur aliran material vulkanik, hingga pengalaman penanganan bencana sebelumnya seperti banjir bandang di kawasan lereng Slamet.

Menurut Bergas, pola penanganan bencana pada dasarnya memiliki prinsip yang sama, yakni respons cepat dan penyelamatan dini. Karena itu, kesiapan semua pihak menjadi kunci utama.

Baca juga: Pesona Budaya di Kota Lama Banyumas yang Tak Lekang oleh Waktu, Destinasi Wisata Sarat Sejarah dan Atraksi Menarik

Peran desa juga mendapat perhatian khusus melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana). Program ini didorong langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

“Desa adalah garda terdepan. Mereka yang pertama kali merespons situasi darurat, sehingga harus benar-benar siap,” tegasnya.

Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet

Sementara itu, Kepala PVMBG, P. Hadi Wijaya, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan aktivitas vulkanik Gunung Slamet berdasarkan hasil pemantauan terbaru.

Ia menyebut suhu kawah mengalami lonjakan dari sekitar 280 derajat Celsius menjadi mencapai 460 derajat Celsius. Selain itu, aktivitas gempa frekuensi rendah juga meningkat, yang mengindikasikan adanya pergerakan magma menuju permukaan.

Baca juga: Investasi Energi Terbarukan Jateng Tembus Rp7,1 Triliun, Potensi PLTS Capai 13 Gigawatt

“Kondisi ini perlu diwaspadai bersama. Kami telah memperluas radius bahaya dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari kawah, meskipun status masih Level II atau Waspada,” jelasnya.

PVMBG memastikan pemantauan dilakukan secara intensif menggunakan berbagai perangkat modern seperti CCTV, alat seismik, dan sistem deformasi untuk mendeteksi perubahan aktivitas gunung secara real time.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh BPBD dari lima kabupaten di sekitar Gunung Slamet. Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi erupsi.


Baca juga: Jateng Hadapi 162 Bencana Awal 2026, Pemprov Perkuat Mitigasi hingga Penanganan Pascabencana

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: