Banner Utama

Strategi Pompanisasi Hadapi Kemarau 2026, Mentan Andi Amran Pastikan Produksi Pangan Nasional Tetap Stabil

Nasional
By Ariyani  —  On Apr 22, 2026
Caption Foto : Pompanisasi menjadi andalan Kementan menghadi kemarau 2026. (Foto : Dok. Kementan).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Strategi pompanisasi menjadi andalan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menghadapi potensi kemarau panjang 2026. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, langkah ini disiapkan untuk menjaga produksi pangan nasional tetap stabil di tengah ancaman kekeringan.

Menurut Amran, pemerintah telah melakukan berbagai upaya mitigasi berbasis kondisi lapangan, termasuk pemetaan wilayah rawan kekeringan melalui sistem peringatan dini dan percepatan intervensi infrastruktur air.

“Pemerintah telah menyiapkan langkah strategis, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan berbasis early warning system hingga optimalisasi irigasi, embung, serta pompanisasi,” jelasnya. 

Berdasarkan proyeksi iklim, kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dan intens. Sejumlah sentra produksi pangan, terutama di Pulau Jawa, berpotensi mengalami penurunan pasokan air irigasi yang dapat mengganggu pola tanam hingga meningkatkan risiko gagal panen.

Baca juga: Peran KUA Kini Makin Luas: Bukan Sekadar Urus Nikah, Ini 8 Fungsi Penting yang Perlu Diketahui

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Pertanian mempercepat pemanfaatan pompanisasi sebagai solusi penyediaan air alternatif. Langkah ini telah dikoordinasikan sejak awal dengan pemerintah daerah guna memastikan kesiapan di lapangan.

Pompanisasi

Pompanisasi menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian saat musim kemarau. Pada periode 2023 hingga 2025, Kementerian Pertanian telah menyalurkan 80.158 unit pompa air. Tahun 2026 ditargetkan tambahan sekitar 11.000 unit untuk memperkuat mitigasi kekeringan.

Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk subsidi tetap aman untuk mendukung keberlanjutan produksi. Hingga April 2026, stok pupuk masih cukup besar dan siap dimanfaatkan petani di seluruh Indonesia.

“Dari alokasi 9,55 juta ton, masih tersedia sekitar 7 juta ton pupuk subsidi. Ini penting untuk menjaga efisiensi biaya produksi petani,” kata Amran.

Baca juga: Revitalisasi Sekolah Digenjot, Pemerintah Siapkan Rp14 Triliun untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Nasional

Amran menegaskan bahwa kombinasi strategi pompanisasi, penguatan sistem peringatan dini, serta pendampingan petani akan menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: