Banner Utama

Wapres Gibran dan Gubernur Jateng Pastikan Keselamatan Warga Terdampak Tanah Bergerak di Jangli, Relokasi Sementara Disiapkan

Daerah
By Vivin  —  On Feb 14, 2026
Caption Foto : Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengunjungi warga terdampak tanah bergerak di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (14/2/2026). (Foto ; Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat merespons bencana tanah bergerak yang melanda Kampung Sekip RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung ke lokasi pada Sabtu, (14/2/2026), untuk memastikan kondisi warga sekaligus menyiapkan langkah penanganan lanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, keduanya berdialog dengan warga terdampak dan menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama. Warga diminta tidak kembali ke rumah masing-masing untuk sementara waktu, mengingat pergerakan tanah masih berpotensi meluas dan membahayakan.

“Keselamatan nomor satu. Jangan bolak-balik ke rumah dulu. Situasi seperti ini sangat berbahaya, apalagi banyak anak-anak dan lansia. Yang penting tidak ada korban,” tegas Gibran di hadapan warga.

Gubernur Ahmad Luthfi menambahkan, koordinasi telah dilakukan secara intensif antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang, mulai dari wali kota, camat hingga lurah setempat. Relokasi sementara tengah dipersiapkan bagi warga yang rumahnya berada di zona terdampak langsung.

Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan

Ia memastikan seluruh kebutuhan dasar warga, termasuk logistik dan tempat tinggal sementara, akan dipenuhi pemerintah.

“Sementara ini tidak perlu tinggal di rumah yang tanahnya bergerak. Lebih baik menyelamatkan diri dan keluarga. Semua kebutuhan akan kami tanggung bersama Pemprov dan Pemkot,” ucapnya.

Tak hanya itu, pemerintah pusat juga turut terlibat dalam penanganan. Gibran menyampaikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum telah dikerahkan untuk membantu kajian teknis dan dukungan infrastruktur guna memastikan penanganan berjalan komprehensif.

66 Warga Mengungsi

Saat ini, sebanyak 66 jiwa mengungsi di enam tenda darurat yang berjarak sekitar 100–200 meter dari titik terdampak. Pemerintah setempat telah menyediakan fasilitas dasar seperti logistik dan sanitasi di lokasi pengungsian.

Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara

Lurah Jangli, Maria Tresia Takandare, mengungkapkan bahwa lahan milik warga tengah dipinjam untuk relokasi sementara dengan estimasi waktu sekitar dua bulan. Selama periode tersebut, pemerintah akan mencari solusi hunian tetap bagi para penyintas.

Di tengah ketidakpastian, warga berharap perhatian pemerintah dapat mempercepat solusi. Subiyanti (44), salah satu warga terdampak, mengaku bersyukur atas kunjungan tersebut.

“Kami berharap ada solusi cepat. Kami sudah tinggal di sini puluhan tahun. Sekarang kami ikut arahan untuk tetap di pengungsian demi keselamatan,” katanya.

Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, penanganan tanah bergerak di Jangli diharapkan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga menghasilkan solusi jangka panjang yang aman dan berkelanjutan bagi warga.

Baca juga: Jalur Vital Grobogan–Semarang Lumpuh, Gubernur Jateng Kebut Pemasangan Jembatan Darurat di Lokasi Tanggul Jebol

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: