Banner Utama

Ribuan Pelanggaran dan Puluhan Kecelakaan, Polda Jateng Tegaskan ETLE Efektif Tekan Fatalitas Laka

Daerah
By Vivin  —  On Feb 07, 2026
Caption Foto : Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (Foto : Dok. Polda Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG - Polda Jawa Tengah mencatat lonjakan aktivitas di jalan raya selama Operasi Keselamatan Candi 2026. Data dari Posko Operasi menunjukkan bahwa hingga Jumat (6/2/2026), tercatat 15.028 pelanggaran lalu lintas telah ditindak di seluruh wilayah Jawa Tengah. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa meski angka pelanggaran tinggi, mekanisme Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menjadi andalan dalam penegakan hukum.

“Sebanyak 6.819 pelanggaran diselesaikan melalui tilang ETLE, sementara 8.209 lainnya ditindak dengan teguran simpatik,” jelasnya.

Data menunjukkan bahwa pelanggaran masih didominasi pengendara roda dua (R2), mencapai 6.196 kasus, dengan pelanggaran terbanyak berupa penggunaan helm non-SNI sebanyak 3.270 kasus. Sementara itu, untuk pengendara roda empat (R4), sabuk keselamatan masih menjadi pelanggaran utama yang ditemukan petugas di lapangan.

Fakta menarik, mayoritas pelanggar berada di usia produktif 16-30 tahun, mencapai 4.540 orang. Kombes Artanto menekankan bahwa ini menjadi perhatian serius, mengingat usia produktif merupakan kelompok yang paling aktif di jalan raya.

Kecelakaan Meningkat, Tapi Fatalitas Menurun

Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan

Hingga hari kelima operasi, tercatat 169 kasus kecelakaan lalu lintas. Faktor penyebab utama adalah kelalaian saat menyalip, jarak aman tidak terjaga, serta kelelahan atau mengantuk. Meskipun terjadi peningkatan 22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, tingkat fatalitas dan kerugian materiil berhasil ditekan hingga 50 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi penindakan hukum dan kegiatan edukatif dapat menekan dampak kecelakaan meski pelanggaran meningkat,” tambahnya. 

Polda Jateng menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat sepanjang operasi hingga 15 Februari mendatang. Kegiatan ini melibatkan Satgas Operasi, yang secara serentak melakukan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) ke berbagai sektor.

Di antaranya, program Polisi Sahabat Santri menyasar sekolah dan pondok pesantren untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak dini. Selain itu, komunitas otomotif, perusahaan otobus, hingga kegiatan ramp check bersama stakeholder juga rutin digelar.

Meski fokus pada edukasi, penindakan hukum tetap dilakukan profesional dan humanis, khususnya terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi fatal, seperti knalpot brong dan melawan arus.

Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara

“Harapan kami, masyarakat menjadikan kepatuhan berlalu lintas dan keselamatan berkendara sebagai gaya hidup, bukan semata karena takut ditilang. Bersama, kita ciptakan situasi kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di Jawa Tengah," pesan Artanto. 

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: