ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Polda Jawa Tengah (Jateng) memperkuat kesiapan pengamanan, serta strategi komunikasi dan manajemen konflik. Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan, dinamika peringatan May Day tahun ini diperkirakan dipengaruhi berbagai isu krusial. Mulai dari persoalan ketenagakerjaan, lonjakan harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan pemerintah yang berpotensi memicu gelombang aspirasi buruh.
Menurutnya, Polri harus mampu membaca situasi secara komprehensif dan bertindak proporsional sesuai eskalasi di lapangan. Ia menekankan bahwa pengamanan aksi bukan bertujuan membatasi ruang berekspresi, melainkan menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara aman.
“Setiap langkah harus terukur dan profesional, dengan tetap mengedepankan sikap humanis dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Kedepankan Sikap Humanis
Baca juga:
KAI Tegaskan Keamanan Jembatan BH 1109, Penguatan Struktur Terus Dikebut di Jalur Prupuk–Linggapura
Kapolda juga mengingatkan agar seluruh jajaran mengedepankan sikap humanis dalam bertugas, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Ia meminta setiap anggota mampu menahan diri, tidak mudah terpancing provokasi, serta mengutamakan penyelesaian masalah secara dialogis.
“Utamakan pelayanan yang humanis, kedepankan komunikasi dan negosiasi. Jangan sampai terjadi tindakan yang justru memperkeruh situasi. Kita harus hadir sebagai penyejuk, bukan pemicu konflik,” pesannya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif melalui penguatan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Keterlibatan tokoh masyarakat, serikat buruh, hingga pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk menciptakan suasana yang kondusif sejak dini.
“Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh pihak, lakukan deteksi dini terhadap potensi kerawanan, dan pastikan setiap perkembangan situasi dapat direspons dengan cepat dan tepat. Stabilitas keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tambah Kapolda.
Baca juga:
Pemprov Jateng Dorong Kemandirian Ekonomi Santri Lewat Bimtek Koperasi Pesantren di Pati