ORBIT-NEWS.COM, KOTA PEKALONGAN - Meningkatnya kasus campak di Indonesia mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan mengambil langkah cepat dengan mempercepat program vaksinasi bagi tenaga kesehatan. Kebijakan ini difokuskan untuk melindungi para petugas medis yang berada di garis depan pelayanan dan memiliki risiko tinggi terpapar penyakit menular.
Program imunisasi tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada akhir April 2026. Saat ini, Dinkes tengah mematangkan persiapan, mulai dari validasi data sasaran hingga koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Programmer Imunisasi Dinkes Kota Pekalongan, Samsiyah Ratnawati, mengungkapkan bahwa tren kasus campak secara nasional menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 49.275 di antaranya telah melalui pemeriksaan laboratorium. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.094 kasus dipastikan positif.
“Proporsi kasus terkonfirmasi mencapai sekitar 24,6 persen. Ini menunjukkan tingkat penularan yang cukup signifikan dan perlu diantisipasi secara serius,” jelasnya.
Baca juga:
Banyumas Perkuat Layanan Kesehatan Ibu, Gerakan GURIH MASS Jadi Strategi Tekan AKI dan AKB
Di tingkat regional, perkembangan kasus juga menjadi perhatian. Jawa Tengah pada tahun 2026 telah mencatat sedikitnya 11 kasus campak pada anak, yang seluruhnya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Selain itu, laporan dari Jawa Barat menyebutkan adanya tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat infeksi campak, menambah urgensi langkah pencegahan.
Nakes Jadi Prioritas
Sebagai respons, Dinkes Kota Pekalongan menetapkan tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas penerima vaksin. Sasaran mencakup dokter umum, dokter gigi, tenaga spesialis, bidan, perawat, ahli gizi, hingga petugas pendukung layanan kesehatan.
“Ketersediaan vaksin dan logistik sudah siap. Saat ini kami fokus pada pendataan ulang untuk memastikan seluruh sasaran dapat terjangkau,” ucapnya.
Jumlah penerima vaksin sementara diperkirakan mencapai sekitar 400 orang, meski angka tersebut masih dapat berubah seiring proses validasi data yang sedang berlangsung.
Baca juga:
Kemenkes Terapkan Label “Nutri Level” pada Minuman Siap Saji, Dorong Masyarakat Lebih Cermat Konsumsi Gula
Dari sisi penerimaan, tenaga kesehatan disebut menunjukkan respons positif terhadap program ini. Mereka menyadari bahwa vaksinasi bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien serta lingkungan kerja.
Imunisasi campak dinilai mampu meningkatkan kekebalan individu sekaligus menekan potensi penularan di fasilitas kesehatan. Dengan kondisi tubuh yang terlindungi, tenaga medis diharapkan dapat menjalankan tugas secara optimal tanpa risiko menjadi sumber penularan.
Dinkes juga menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan sebagai contoh bagi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit melalui vaksinasi.
“Petugas kesehatan harus menjadi teladan. Dengan mengikuti vaksinasi, mereka tidak hanya melindungi diri, tetapi juga membantu membangun kepercayaan publik terhadap pentingnya imunisasi,” pungkasnya.