ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Jawa Tengah terus memantapkan diri sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Ajang bergengsi ini diharapkan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga mampu memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus mengangkat prestasi daerah di tingkat nasional.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan optimisme bahwa provinsinya siap menjadi tuan rumah yang sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun capaian prestasi.
“Kami ingin Jawa Tengah tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu meningkatkan prestasi. MTQ ini harus menjadi momentum syiar Al-Qur’an yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan MTQ pun terus mengalir dari berbagai elemen, termasuk Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Tengah. Organisasi yang menaungi para qari dan hafiz tersebut menyatakan kesiapan penuh untuk turut menyukseskan perhelatan ini.
Baca juga:
KAI Tegaskan Keamanan Jembatan BH 1109, Penguatan Struktur Terus Dikebut di Jalur Prupuk–Linggapura
Ketua JQHNU Jawa Tengah, Ali Imron Hasan, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar MTQ tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan benar-benar hidup dan berdampak luas.
“Kami mendoakan dan mendukung penuh agar MTQ Nasional di Jawa Tengah berjalan sukses. Syiar Al-Qur’an harus terasa, jangan sampai kegiatan besar ini sepi partisipasi,” jelasnya, Sabtu (18/4/2026).
Penjaringan Peserta
Upaya persiapan juga dilakukan melalui penjaringan peserta. Wakil Ketua II JQHNU Jateng, Khoironi mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan proses seleksi untuk menentukan hafiz dan hafizah terbaik yang akan mewakili daerah.
“Seleksi masih berlangsung untuk memilih peserta yang benar-benar siap tampil di ajang nasional,” katanya.
Baca juga:
Pemprov Jateng Dorong Kemandirian Ekonomi Santri Lewat Bimtek Koperasi Pesantren di Pati
Ia menambahkan, dukungan dari pengurus di tingkat daerah akan terus diperkuat agar setiap kabupaten/kota dapat mengirimkan perwakilan terbaik sekaligus mendorong prestasi Jawa Tengah di ajang tersebut.
Persiapan teknis pun terus dimatangkan, termasuk penyiapan akses kedatangan peserta dari berbagai daerah. Para kafilah nantinya akan disambut melalui Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Sumarmo Solo, serta stasiun kereta api Tawang dan Poncol di Kota Semarang.
MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 20 September 2026 dengan pusat kegiatan di Kota Semarang. Pembukaan acara direncanakan digelar di Lapangan Pancasila, Simpanglima, dan akan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Pawai Ta’aruf yang melibatkan kafilah dari 37 provinsi, dengan total peserta dan pendamping diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang.
Untuk menyemarakkan perhelatan, pemerintah juga akan menyosialisasikan tema dan maskot MTQ ke seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk wilayah perbatasan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat dalam menyambut ajang nasional tersebut.
Baca juga:
BPBD Jateng Siapkan Strategi Hadapi Pancaroba dan El Nino, Waspadai Kekeringan hingga Kebakaran
Adapun logo dan maskot MTQ 2026 mengusung ikon khas Kota Semarang, yakni Tugu Muda, yang dipadukan dengan elemen Al-Qur’an, masjid, gunungan, keris, serta simbol cahaya berbentuk bintang bersudut lima sebagai representasi rukun Islam.
Dengan persiapan yang semakin matang dan dukungan luas dari berbagai elemen, MTQ Nasional 2026 diharapkan menjadi panggung syiar Al-Qur’an yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberi dampak spiritual dan prestasi bagi Jawa Tengah serta Indonesia.