Banner Utama

Hujan Ekstrem Landa Pantura Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan Bencana Masih Terkendali

Daerah
By Vivin  —  On Jan 14, 2026
Caption Foto : Banjir di Pati akibat curah hujan yang tinggi, Selasa (13/1/2026). (Foto : Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, PATI — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pantai Utara Jawa Tengah memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum menetapkan status darurat bencana karena penanganan di lapangan dinilai masih dapat dikendalikan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, seluruh perangkat penanggulangan bencana masih mampu bergerak cepat merespons dampak yang ditimbulkan. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau lokasi banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Selasa (13/1/2026).

“Untuk saat ini belum ada penetapan status darurat bencana. Namun kesiapsiagaan tetap kami tingkatkan apabila terjadi eskalasi yang lebih berat,” ujar Luthfi.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Pati Sudewo, Wakil Bupati Ardhi Chandra, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur TNI dan Polri. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat dan distribusi bantuan berjalan optimal.

Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan

Berdasarkan data sementara, banjir di Kabupaten Pati merendam 59 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Dampaknya, satu rumah mengalami rusak berat, lima rumah rusak sedang, serta 15 titik talud dan akses jalan mengalami kerusakan. Satu fasilitas umum berupa musala juga terdampak banjir. Selain itu, sebanyak 15 kepala keluarga atau 46 jiwa sempat mengungsi ke Balai Desa Doropayung.

Tak hanya banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di wilayah Pati. Longsor tercatat melanda 10 desa di tiga kecamatan dengan total sekitar 121 titik kejadian. Akibatnya, 20 rumah terdampak, sekitar 80 kepala keluarga atau 264 warga terkena dampak langsung, dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Gubernur memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Pemerintah daerah, kata dia, menyalurkan bantuan berupa logistik pangan, layanan kesehatan, hingga persiapan obat-obatan agar aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar anak-anak, tidak terganggu.

“Kita pastikan masyarakat tertangani dengan baik. Bantuan kebutuhan pokok terus disalurkan agar roda kehidupan tetap berjalan,” jelasnya.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), serta pemerintah kabupaten setempat guna mempercepat dan meratakan distribusi.

Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara

Ahmad Luthfi juga menyoroti kondisi di wilayah lain yang terdampak cukup parah, khususnya Kabupaten Jepara. Di daerah tersebut, longsor terjadi di banyak titik, termasuk di Desa Tempur yang sempat terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Sementara di Kabupaten Kudus, banjir juga merendam sejumlah kawasan dengan dampak yang cukup luas.

“Secara umum, seluruh kabupaten dan kota sudah menyiapkan sarana dan prasarana penanganan bencana. Koordinasi antara pemerintah daerah, OPD, TNI, dan Polri masih berjalan efektif,” ungkapnya.

Terkait opsi rekayasa cuaca, Gubernur menyebut langkah tersebut belum direncanakan dalam waktu dekat karena memerlukan koordinasi dan persetujuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Untuk rekayasa cuaca, kewenangannya ada di pusat. Kita harus melaporkan dan berkoordinasi terlebih dahulu,” pungkasnya.

Baca juga: Pemprov Jateng Kebut Tambal 4.870 Titik Jalan Rusak, Gubernur Targetkan Tuntas Sebelum Mudik 2026

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: