Banner Utama

Ancaman “Godzilla El Nino” di Depan Mata, DPRD Jateng Minta Mitigasi Pangan Dipercepat

Daerah
By Hermiana E. Effendi  —  On Apr 27, 2026
Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho. (Foto : Dok. Tim Setya Ari).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Potensi kemarau panjang yang diprediksi melanda Jawa Tengah dalam waktu dekat memicu kekhawatiran terhadap ketahanan pangan. Fenomena yang dijuluki “Godzilla El Nino” disebut berisiko besar mengganggu produksi pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini wilayah Jawa Tengah masih berada pada fase pancaroba, sebelum memasuki musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada akhir April hingga awal Mei 2026.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho mengatakan,  kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Ia mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah cepat guna meminimalkan dampak terhadap sektor pertanian. Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman kekeringan yang dapat berujung pada penurunan produksi pangan. Ia juga menekankan pentingnya distribusi informasi cuaca yang cepat dan akurat hingga ke tingkat petani.

“Pemerintah harus bergerak lebih awal. Informasi dari BMKG harus diterima petani secara real-time agar mereka bisa menyesuaikan pola tanam sebelum kondisi semakin ekstrem,” jelasnya.

Dampak Signifikan

Baca juga: Forum MPU 2026 Digelar di Semarang, 10 Gubernur Bahas Solusi Pangan dan Energi

Fenomena El Nino yang diprediksi cukup kuat ini berpotensi memberikan dampak signifikan, terutama pada komoditas utama seperti padi dan jagung. Kedua tanaman tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air dalam setiap fase pertumbuhannya. Jika kekeringan berlangsung lama, risiko gagal panen akan meningkat, yang pada akhirnya dapat mengancam stabilitas pasokan pangan di daerah.

Setya Ari menyampaikan, perlu adanya langkah konkret di tingkat lapangan, seperti peningkatan koordinasi antara petani dan penyuluh, pemanfaatan varietas tahan kekeringan, hingga pendampingan intensif dalam penerapan teknologi pertanian.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti embung dan sumur resapan, agar dapat dimanfaatkan secara optimal saat musim kemarau tiba.

“Jangan sampai saat dibutuhkan, fasilitas justru tidak siap. Semua harus dipastikan berfungsi sejak sekarang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi dan data cuaca tidak akan efektif tanpa pendampingan yang tepat kepada petani. Oleh karena itu, edukasi dan asistensi di lapangan dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan mitigasi.

Baca juga: Stok Pupuk Aman, Petani di Mernek Nikmati Lonjakan Hasil Panen

Setya Ari  juga mendorong agar sistem peringatan dini dari BMKG dapat menjangkau hingga level desa. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga terkait, dan petani menjadi kunci untuk menghadapi ancaman kemarau panjang.


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: