ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) resmi membuka Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tahun 2026 dengan menyediakan kuota besar mencapai 250 ribu peserta. Program berbasis daring ini langsung disambut antusias, terbukti dari jumlah pendaftar yang telah mendekati kuota yang disediakan.
Hingga menjelang penutupan pendaftaran, tercatat sekitar 243 ribu orang telah mendaftarkan diri. Mayoritas peserta berasal dari kalangan guru dan dosen yang ingin memperkuat pendekatan pembelajaran berbasis nilai kasih sayang dalam dunia pendidikan.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi pendidikan keagamaan yang lebih humanis dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Saya berharap pelatihan ini memberikan gambaran penerapan secara riil dari Kurikulum Berbasis Cinta dengan lebih profesional,” katanya, Senin (20/4/2026).
Baca juga:
Unsoed Kukuhkan 5 Profesor Baru, Dorong Inovasi Hukum, Pertanian, dan Ekonomi Digital untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pelatihan ini diselenggarakan melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar yang dikembangkan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen (Pusbangkom) SDM Kemenag. Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam serta kemitraan pendidikan Australia-Indonesia melalui program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia).
Pelaksanaan pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 28 April 2026 secara asynchronous, sehingga peserta dapat mengikuti materi secara fleksibel. Pembukaan kegiatan direncanakan dilakukan oleh Menteri Agama pada hari pertama pelaksanaan.
Program Jangka Panjang
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM), Muhammad Ali Ramdhani, menambahkan bahwa program ini dirancang sebagai inisiatif jangka panjang.
“Melalui standarisasi yang jelas, setiap pendidik diharapkan mampu memberikan muatan kurikulum cinta agar dapat lebih mudah dan praktis diterapkan di unit pendidikan masing-masing,” jelasnya.
Baca juga:
Unsoed Gelar UTBK-SNBT 2026 untuk 18 Ribu Peserta, Siapkan Fasilitas Lengkap dan Layanan Khusus Disabilitas
Melalui pelatihan ini, Kemenag menargetkan terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif, di mana setiap peserta didik merasa dihargai dan didukung dalam lingkungan yang penuh kepedulian. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter generasi yang lebih toleran dan berempati.