ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN - Peristiwa tragis menimpa seorang pelajar di Kabupaten Kebumen. Seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Gentan, wilayah Dukuh Bantengrejo, Desa Bonorowo, Kecamatan Bonorowo, Jumat sore (2/1/2026).
Korban diketahui berinisial MA, warga Desa Ngabean, Kecamatan Mirit. Insiden bermula ketika korban bersama sejumlah temannya mandi di sungai tersebut pada sore hari. Sungai Gentan diketahui memiliki arus yang cukup deras dengan kedalaman mencapai sekitar dua meter.
Berdasarkan keterangan kepolisian, para remaja itu menggunakan batang pohon pisang sebagai alat bantu berpegangan saat berenang. Namun nahas, pegangan korban terlepas. MA yang diduga tidak memiliki kemampuan berenang kemudian tenggelam dan terseret arus.
“Kejadian itu berlangsung cepat. Saat pegangan korban terlepas, korban langsung tenggelam dan terbawa arus sungai,” ujar Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, Sabtu (3/12/2026).
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian bersama aparat kepolisian dan tim terkait. Setelah sempat dinyatakan hilang selama lebih dari satu jam, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 19.10 WIB di bawah jembatan Desa Rowosari, yang berjarak tidak jauh dari lokasi awal korban tenggelam.
Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Prembun untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, pihak rumah sakit menyatakan MA telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Penanganan kejadian melibatkan personel Polsek Bonorowo, Tim Inafis Polres Kebumen, BPBD Kabupaten Kebumen, serta anggota Koramil Bonorowo. Aparat melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi peristiwa. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan.
Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas anak-anak dan remaja di area perairan terbuka seperti sungai.
“Kami mengimbau orang tua dan masyarakat untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anak, terutama saat bermain atau mandi di sungai, agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Kompol Faris.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.