ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN - Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen pada Rabu (15/4/2026) sore memicu bencana tanah longsor di dua kecamatan berbeda, yakni Sempor dan Alian. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah warga dan memunculkan kewaspadaan di wilayah rawan perbukitan.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, longsor pertama terjadi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor. Material tanah dengan dimensi sekitar 7 meter panjang dan 5 meter tinggi meluncur dari tebing di belakang rumah warga dan menghantam bagian dapur milik Misrun Miswandi (57).
“Intensitas hujan yang tinggi membuat struktur tanah menjadi labil dan tidak mampu menahan resapan air, sehingga terjadi longsor,” jelasnya, Kamis (16/4/2026).
Akibat kejadian tersebut, bagian dapur rumah korban mengalami kerusakan cukup parah. Warga sekitar bersama aparat segera melakukan langkah awal penanganan untuk mengamankan lokasi dan mencegah risiko lanjutan.
Baca juga:
Mahasiswa Didorong Kuasai Dunia Kebanksentralan, BI Siapkan Program Pembinaan dan Beasiswa 2026
Tak berselang lama, peristiwa serupa juga terjadi di Desa Krakal, Kecamatan Alian. Kali ini, talud di samping rumah warga atas nama Teguh Pratikno (37) ambrol setelah diguyur hujan deras. Talud dengan tinggi sekitar 3 meter dan lebar 4 meter itu tidak mampu menahan tekanan air yang terus meningkat.
Petugas gabungan dari Polsek Alian, TNI, BPBD, serta masyarakat setempat langsung turun tangan melakukan kerja bakti pembersihan material longsor. Upaya tambahan juga dilakukan dengan pemasangan karung berisi tanah dan pasir untuk memperkuat area yang terdampak serta mengantisipasi longsor susulan.
Kapolres Kebumen menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam upaya mitigasi bencana, terutama di wilayah dengan kontur tanah labil dan perbukitan.
“Edukasi dan imbauan kepada masyarakat terus kami lakukan agar tetap waspada, terutama saat intensitas hujan meningkat,” tambahnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman.
Baca juga:
Polresta Banyumas Ungkap Penimbunan BBM Subsidi, Pelaku Gunakan Mobil Modifikasi dan Puluhan Jerigen