ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten Purbalingga mulai melakukan langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Salah satu upaya yang ditempuh yakni melakukan intervensi pasar melalui penyaluran minyak goreng rakyat Minyakita ke pedagang pasar tradisional. Sebanyak 11.400 liter Minyakita disalurkan kepada 31 pedagang di Pasar Segamas, Selasa (10/2/2026).
Distribusi ini ditujukan untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop UKM Kabupaten Purbalingga, Wasis Pambudi, mengatakan intervensi tersebut merupakan bagian dari strategi stabilisasi harga menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga saat bulan puasa dan Lebaran.
“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan minyak goreng rakyat tersedia cukup dan bisa dibeli masyarakat sesuai harga yang ditetapkan. Minyakita ini kami salurkan langsung ke pedagang agar harga di tingkat konsumen tidak melonjak,” kata Wasis.
Ia menjelaskan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga Minyakita masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi. Saat ini, harga di pasaran berkisar antara Rp16.000 hingga Rp18.000 per liter, sementara HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
“Dengan distribusi ini, kami berharap pedagang dapat menjual Minyakita sesuai HET sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga, khususnya menjelang Ramadan,” ujarnya.
Standarisasi Produk
Selain fokus pada harga, Pemkab Purbalingga juga memastikan kualitas produk yang beredar tetap aman dan memenuhi standar. Penataan tata kelola distribusi dilakukan agar minyak goreng rakyat sampai ke konsumen dalam kondisi layak konsumsi serta tidak disalahgunakan dalam rantai distribusi.
Menurut Wasis, pengawasan distribusi menjadi kunci agar program stabilisasi harga berjalan efektif. “Penataan distribusi ini penting supaya Minyakita benar-benar sampai ke masyarakat, kualitasnya terjamin, dan tidak menimbulkan kelangkaan di pasar,” tegasnya.
Ke depan, penyaluran Minyakita tidak hanya dilakukan di Pasar Segamas. Pemerintah daerah juga akan memperluas distribusi ke Pasar Bobotsari dan Pasar Bukateja guna menjaga stabilitas harga di berbagai wilayah Kabupaten Purbalingga.
Baca juga: Svarga Mina Padi Banyumas, Surga Wisata Edukasi di Kaki Gunung Slamet yang Hidupkan Ekonomi Desa
Melalui langkah ini, pemerintah berharap potensi gejolak harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih tenang dan terjangkau.