Banner Utama

Ratusan Puskesmas Rusak Akibat Bencana Sumatra, Pemulihan Layanan Kesehatan Primer Jadi Fokus Pemerintah

Kesehatan Nasional
By Ariyani  —  On Jan 08, 2026
Caption Foto : Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Foto ; Dok. Kemenkes).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kerusakan ratusan puskesmas akibat bencana alam di wilayah Sumatra menjadi tantangan serius dalam pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Setelah memastikan rumah sakit kembali berfungsi, pemerintah kini memusatkan perhatian pada perbaikan dan pemulihan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menjadi tumpuan utama layanan warga.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa skala kerusakan puskesmas jauh lebih besar dibandingkan rumah sakit, baik dari sisi jumlah maupun sebaran wilayahnya. Kondisi tersebut membuat proses pemulihan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks dan bertahap.

“Jumlah puskesmas yang terdampak jauh lebih banyak. Ini yang justru menjadi pekerjaan besar setelah rumah sakit bisa kembali beroperasi," jelasnya.

Data Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 867 puskesmas di tiga provinsi terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 152 puskesmas mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat menjalankan pelayanan dan harus menghentikan operasional sementara. Upaya pemulihan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembersihan lokasi, pengalihan layanan ke fasilitas sementara, hingga pembangunan ulang puskesmas yang mengalami kerusakan total. Hingga awal Januari 2026, mayoritas puskesmas telah kembali melayani masyarakat.

“Sampai awal Januari 2026, tinggal tiga puskesmas lagi yang belum bisa beroperasi,” kata Budi.

Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat

Ketiga puskesmas tersebut berada di Aceh, yakni Puskesmas Rusip Antara di Aceh Tengah, Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara, dan Puskesmas Lokop di Aceh Timur. Menurut Menkes, Puskesmas Lokop mengalami kerusakan paling parah setelah tertimpa kayu besar hingga bangunannya hancur.

“Yang di Lokop ini benar-benar sudah hancur, jadi sekarang sedang kita bangun baru,” ujarnya.

Sambil menunggu proses perbaikan selesai, layanan kesehatan bagi warga tetap dijalankan dengan memanfaatkan gedung alternatif, seperti kantor dinas, balai desa, atau fasilitas pemerintah lainnya. Menkes menegaskan, keberlangsungan layanan puskesmas sangat krusial, tidak hanya untuk kebutuhan kesehatan harian masyarakat, tetapi juga untuk menangani ratusan ribu pengungsi yang tersebar di lebih dari seribu titik pengungsian di wilayah terdampak bencana.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: